Rekursiapakah kita hidup dalam simulasi?
Argumen simulasi adalah argumen filsafat yang serius, tetapi tidak ada bukti untuknya. Riset nyata di balik akhir Cosmos Era "Rekursi".
Apakah kita hidup dalam simulasi? Argumen simulasi Nick Bostrom, yang terbit pada 2003, adalah argumen filosofis yang serius, dan pada 2012 fisikawan mengusulkan cara menguji apakah alam semesta sedang dihitung pada sebuah kisi. Tetapi sama sekali tak ada bukti bahwa kita sungguh hidup dalam simulasi. Akhir “Rekursi” di dalam game membawa gagasan itu satu tingkat lebih jauh: peradaban di dalam simulasi juga menjalankan simulasi.
Halaman ini lebih dulu menjelaskan cara membuka akhir ini, lalu membahas sains nyata di balik dua simpul “Video game” dan “Rekursi”, kemudian teori komputasi dan informasi yang menjadi sandaran setiap "simulasi".
Cara membukanya
- Petunjuk: Peradaban di dalam simulasi juga membuat game.
- Syarat: Pertama saksikan akhir “Semua planet”. Lalu buka “Video game” dan “Rekursi”, dan saksikan akhir alam semesta.
- Hadiah: Antarmuka mendapat bingkai "boneka matryoshka" tambahan.
Akhir ini termasuk kategori Informasi.
Dua tanggal dalam argumen simulasi
- 2003: Argumen simulasi Bostrom adalah argumen filosofis yang serius, bukan khayalan fiksi ilmiah.
- 2012: Fisikawan mengusulkan cara menguji apakah alam semesta sedang dihitung pada sebuah kisi. Artinya, pertanyaan ini bukan sekadar filsafat, karena ada yang telah mengusulkan cara mengujinya.
Latar nyata dua simpul itu
- Video game: Pada 1962, mahasiswa di Massachusetts Institute of Technology menulis Spacewar!, tempat dua kapal saling menembak dalam gravitasi sebuah bintang.
- Rekursi: Peradaban di dalam simulasi juga bisa menjalankan simulasi. Bostrom menunjukkan bahwa simulasi bisa bersarang lapis demi lapis, dengan daya komputasi didiskon di setiap lapis. Pertanyaan yang diajukan simpul “Rekursi” di dalam game adalah: pernahkah kamu memainkan game bernama "Cosmos Era"?
Yang dibutuhkan simulasi: komputasi dan informasi
Setiap pembicaraan tentang simulasi akhirnya kembali ke teori komputasi dan informasi, dan karya-karya dasarnya ada di sini.
- Komputabilitas: Alan Turing membayangkan mesin abstrak yang mendefinisikan apa itu "komputasi", meletakkan fondasi teori komputer modern (Turing, Proceedings of the London Mathematical Society, 1936).
- Teori informasi: Claude Shannon menjadikan "informasi" besaran yang terukur, dan bit pun lahir (Shannon, Bell System Technical Journal, 1948).
- Transistor: Sepotong semikonduktor tunggal dapat menguatkan sinyal. Ia menggantikan tabung vakum dan mengecilkan komputer dari seukuran ruangan menjadi muat di saku (Bardeen dan Brattain, Physical Review, 1948).
- World Wide Web: Sebuah proposal internal yang dicatat atasan "Samar tapi menarik" kemudian menjadi World Wide Web (Berners-Lee, CERN, 1989).
Semua ini adalah riset nyata terkait. Semuanya menunjukkan bagaimana manusia membangun, selangkah demi selangkah, mesin yang bisa "mensimulasikan" sesuatu. Bukan bukti bahwa alam semesta adalah simulasi.
Selengkap apa sebuah simulasi bisa dibuat?
Mirror karya Liu Cixin (2004) bercerita tentang komputer superstring yang mensimulasikan seluruh alam semesta sejak Big Bang, sehingga cermin menunjukkan segala sesuatu di masa lalu dan masa depan, dan tak ada rahasia yang bisa tersembunyi. Latar ilmiahnya begini: simulasi lengkap alam semesta akan butuh informasi lebih banyak daripada yang bisa ditampung alam semesta itu sendiri, dibatasi oleh batas Bekenstein.
Simulacron-3 karya Daniel F. Galouye (1964) bercerita tentang seorang insinyur yang membangun kota virtual untuk riset pasar. Penghuninya yakin mereka manusia sungguhan, lalu ia mulai curiga bahwa dunianya sendiri juga tidak nyata. Latar ilmiahnya begini: pada 2003 Bostrom menjadikan pertanyaan itu argumen filosofis formal.
Akhir alam semesta
Nasib alam semesta triliunan tahun dari sekarang dan seterusnya: bintang padam, proton mungkin meluruh, dan lubang hitam akhirnya menguap (Adams dan Laughlin, Reviews of Modern Physics, 1997). Membuka akhir ini mengharuskan menyaksikan akhir alam semesta, jadi ini latar yang terkait.
Fiksi game, bukan nyata
Sama sekali tak ada bukti bahwa kita sungguh hidup dalam simulasi. Hadiahnya adalah bingkai "boneka matryoshka" tambahan di antarmuka, sesuai dengan rekursi "simulasi di dalam simulasi".
Ingin membaca aslinya? Cari judul-judul ini
- Turing (1936): "On computable numbers, with an application to the Entscheidungsproblem"
- Shannon (1948): "A mathematical theory of communication"
- Bardeen dan Brattain (1948): "The transistor, a semi-conductor triode"
- Berners-Lee (1989): "Information management: A proposal"
- Adams dan Laughlin (1997): "A dying universe: the long-term fate and evolution of astrophysical objects"
Dasar nyata
Argumen simulasi Bostrom 2003 adalah argumen filosofis yang serius; pada 2012 fisikawan mengusulkan cara menguji apakah alam semesta sedang dihitung pada sebuah kisi.
Gim video: Pada 1962 mahasiswa MIT menulis Spacewar!: dua pesawat saling menembak dalam gravitasi sebuah bintang.
Rekursi: Peradaban di dalam simulasi juga bisa menjalankan simulasi. Bostrom mencatat bahwa simulasi bisa bersarang berlapis-lapis, dengan daya komputasi yang dipotong di setiap lapis.
Simulacron-3 (Daniel F. Galouye, 1964), sainsnya: Bostrom menjadikan pertanyaan ini argumen filsafat formal pada 2003.
The Mirror (Liu Cixin, 2004), sainsnya: simulasi penuh alam semesta membutuhkan lebih banyak informasi daripada yang dapat ditampung alam semesta, dibatasi oleh batas Bekenstein.
Riset terkait
Studi-studi ini berkaitan dengan topik ini tetapi bukan bukti langsung untuk halaman ini.
Komputabilitas: Turing membayangkan mesin abstrak yang mendefinisikan apa itu “komputasi”, meletakkan dasar teori komputer modern.
Sumber: Turing, Proceedings of the London Mathematical Society 1936, "On computable numbers, with an application to the Entscheidungsproblem"
Teori informasi: Shannon mengubah “informasi” menjadi besaran yang dapat diukur, dan bit pun lahir.
Sumber: Shannon, Bell System Technical Journal 1948, "A mathematical theory of communication"
Transistor: Sepotong semikonduktor bisa memperkuat sinyal. Ia menggantikan tabung vakum dan menyusutkan komputer dari seukuran ruangan menjadi seukuran saku.
Sumber: Bardeen & Brattain, Physical Review 1948, "The transistor, a semi-conductor triode"
World Wide Web: Sebuah usulan internal, yang oleh atasannya dicatat “samar tapi menarik”. Kelak ia menjadi World Wide Web.
Sumber: Berners-Lee, CERN 1989, "Information management: A proposal"
Bab terakhir alam semesta: Menghitung nasib alam semesta selama triliunan tahun dan seterusnya: bintang padam, proton mungkin meluruh, dan lubang hitam akhirnya menguap.
Sumber: Adams & Laughlin, Reviews of Modern Physics 1997, "A dying universe: the long-term fate and evolution of astrophysical objects"
Fiksi game (rekaan)
- Tidak ada bukti bahwa kita benar-benar hidup dalam simulasi.
- Simpul "Rekursi": Pernahkah kamu memainkan game bernama "Cosmos Era"?
- Ringkasan novel Simulacron-3: Seorang insinyur membangun kota virtual untuk riset pasar, yang penghuninya mengira diri mereka manusia sungguhan. Lalu ia mulai meragukan dunianya sendiri.
- Ringkasan novel The Mirror: Komputer superstring mensimulasikan alam semesta sejak Dentuman Besar, sehingga cermin menampilkan segalanya di masa lalu dan masa depan, dan tak ada rahasia yang bisa tersembunyi.